Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Budaya Keselamatan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.65344/menu.v2i2.150Keywords:
Budaya keselamatan, keselamatan kerja, faktor budaya keselamatanAbstract
Pendekatan suatu organisasi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan karyawannya dikenal sebagai "budaya keselamatan". Nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku terkait keselamatan di tempat kerja semuanya merupakan bagian dari budaya ini. Pekerja dilatih dan diinstruksikan untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta rekan kerjanya sebagai prioritas utama dalam budaya keselamatan kerja. Studi ini menggunakan pendekatan PRISMA sebagai Tinjauan Literatur Sistematis. Kata kunci berikut digunakan untuk menemukan artikel: faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan dan budaya keselamatan. Lima artikel relevan ditemukan dari pencarian literatur yang dilakukan menggunakan basis data jurnal Google dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian yang dilakukan di Indonesia, dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025, tersedia dalam teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa budaya keselamatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan organisasi, serta pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk perilaku keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan individu, organisasi, serta dukungan sistem dan kebijakan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program keselamatan kerja di berbagai sektor di Indonesia. Sebagai kesimpulan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan yaitu perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan, dan teknologi. Rekomendasinya adalah diharapkan pekerja menerapkan perilaku budaya keselamatan di tempat kerjanya masing-masing.
References
BAPETEN. (2004). Budaya Keselamatan. https://mars.umy.ac.id/wp-content/uploads/2018/01/Budaya-Keselamatan.pdf
Cooper, M. D. (2000). Towards a model of safety culture. Safety Science, 36(2), 111–136. https://doi.org/10.1016/S0925-7535(00)00035-7
Guldenmund, F. W. (2000). The nature of safety culture: A review of theory and research. Safety Science, 34(1–3), 215–257. https://doi.org/10.1016/S0925-7535(00)00014-X
Hale, A. R., & Hovden, J. (1998). Management and culture: The third age of safety. In A. R. Hale & M. Baram (Eds.), Safety management: The challenge of change (pp. 129–165). Pergamon.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Pub. L. No. 11 (2023). https://infoperaturan.id/peraturan-menteri-ketenagakerjaan-nomor-11-tahun-2023/
Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselematan Kerja, Pub. L. No. 1 (1970). https://jdih.pu.go.id/internal/assets/assets/produk/UU/1970/01/UU1-1970.pdf
Rahman, R., Thamrin, Y., & Batara, A. S. (2021). Analisis Faktor-Determinan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Energi Sengkang. An Idea Health Journal, 1(01), 54–61. https://doi.org/https://doi.org/10.53690/ihj.v1i1.28
Reason, J. (1997). Managing the risks of organizational accidents. Ashgate Publishing.
Ridley, J. (2016). Safety at work (9th ed.). Routledge.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.
Suma’mur, P. K. (2014). Keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. CV Haji Masagung.
Susatia, B., Kusbayanto, & Sundari, S. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Budaya Keselamatan Pasien Di Rsi Unisma Malang. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 1–10. https://ojs.poltekkes-malang.ac.id/JIKI/article/download/2265/338
Suwandy, S. E., Jak, Y., & Satar, Y. P. (2023). Analisis Determinan yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Tugu Ibu Depok Tahun 2023. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 7(3), 203–213. https://doi.org/https://doi.org/10.52643/marsi.v7i3.3381
Syarifah, A., Rusip, G., & Nababan, T. (2025). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(8), 3438–3448. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i8.19126
World Health Organization. (2023). Global status report on road safety 2023. https://assets.bbhub.io/dotorg/sites/64/2023/12/WHO-Global-status-report-on-road-safety-2023.pdf?utm_source=chatgpt.com
Yulianto, S. (2024). Budaya Keselamatan Pekerja dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Jurnal Ismetek, 17(1), 116–120. https://ismetek.itbu.ac.id/index.php/jurnal/article/view/294
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tanto Tanto, Syahrifah Aima, Anggira Nayla Putri Kurniawan, Aida Nurzakiah Al Fadillah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 license.
